aku menunggu ibu
memunggungi kawan yang sibuk bergoyang
sambil sesekali berteriak dengan nada yang sudah diatur sedemikian rupa
yang membuatku selalu menengok kebelakang
penasaran
gaya apa lagi sekarang?
pandangku menembus gelas kaca
tumben hari ini ibu kota tidak merayap
mungkin lelah
seperti gadis dibalik kaca itu
atau dia yang duduk di depan meja
sendirian
bergengaman dengan benda yang sepertinya mampu menyapu kesepian
alunan lagu KOC yang sayup terdengar
tertutup oleh bunyi lebah-lebah pekerja
yang tak kunjung henti bergumam
sayang merdu si penyayi jadi tidak terdengar
padahal aku memfavoritkan mereka
sambil sibuk menebak lagu yang sedang diputar
pandangku jatuh pada mereka yang di mabuk cinta
sesaat mereka terdiam menghirup bau harum yang khas
lalu tersenyum puas
disampingku
dua laki laki tegap
memgang gagang besi
lagi lagi tersenyum simpul
palsu
pada mereka yang lalu lalang
pasti mereka bosan
Hidupnya stagnan
dua meja ke arah kiri
dua bapak sibuk sendiri
berdasi
tapi logatnya macam preman kediri
waktu berlalu
si gadis di balik kaca kini sudah tidak sendiri
koleganya sudah datang
dan ibu masih entah dimana
padahal minuman oranyeku tinggal setengah..
3:38 yang kulihat waktu menunggu ibu di kedai kopi