Entah sejak kapan keinginan itu muncul. Mungkin sejak saya kecil dulu, sejak saya mulai paham kata-kata yang terkadang ibu saya ucapkan, apabila beliau sedang memarahi saya. Saat beliau bilang saya slordeh, atau saya beliau menggunakan alasan "geen geld" saat menolak keinganan saya yang minta dibelikan mainan macam-macam. Mungkin sejak pertama kali saya mendengar cerita tentang kedua orangtua saya yang mengahabiskan tahun-tahun awal pernikahan mereka disana. Yang jelas keinginan itu sudah memendam lama, memupuk, dan mengakar. Dari sekedar imaji-imaji belaka, hingga menjadi mimpi, menjadi hutang dan janji terhadap diri sendiri, yang saya yakini kelak suatu hari nanti harus dibayar dan dipenuhi.
Khayalan-khayalan berdiri diantara gedung-gedung dan rel kereta api di Madorudam saat saya SD pun masih suka mampir di benak, malah ditambah khayalan-khayalan pergi ke negara tetangga seperti jerman atau belgia, atau perasaan senangnya bersepeda kesana-kemari dan bahagianya bisa merasakan hangat matahari saat musim panas di Scheveningen, setelah berbulan-bulan angin dingin menerpa. Juga khayalan tentang serunya berfoto-foto ria dimalam hari di sepanjang Red Light district yang terkenal itu. Ternyata khayalan-khayalan masa kecil itu tidak pernah pudar, malah semakin berkembang seiiring bertambahnya pengetahuan tentang negeri impian.
Membaca artikel dan buku cerita tentang negara impian pun sudah saya lakoni sejak dulu. Bikin iri memang, tapi bagi saya itu menjadi sebuah constant motivator hihi. Saya ingat, dulu sewaktu SD saya pernah baca artikel di majalah Bobo tentang sherina yang jalan-jalan kesana, yang berfoto diantara gedung-gedung mini Madurodam, persis seperti yang saya khayalakan, huh! sungguh membuat iri hati. Saya suka sekali membaca poster-poster dan undangan pameran atau pemutaran film dari Erasmus Huis. Entah mengapa, walau tidak paham betul saya sungguh menikmati teks-teks bertuliskan bahasa asing itu. Tiap tahun pun, saya tidak pernah alpa datang ke konningindedag, acara perayaan ulang tahun ratu Belanda. Bukan hanya karena makanan-makanan dan minuman enak yang bergelimang, entah karena apa, tapi yang jelas saya sangat menikmati suasana nya. Oh, saya benar-benar jatuh cinta.
Sebenarnya sampai detik ini pun saya tidak pernah punya gambaran pasti tentang apa yang akan saya lakukan jikalau suatu hari nanti, insayallah, atas kehendak Tuhan, saya benar-benar bisa tinggal atau pergi kesana. Mungkin menggambil gelar s2 untuk bidang kebudayaan, atau hanya sekedar menjadi nyonya, atau malah hanya sekdar menjadi turis. Namun sebenarnya ada satu mimpi dan rahasia yang saya simpan selama ini. My wildest dream is to live and own a travel agent company there. Oh and if it is really do come true, I think by that time I could say that my live is perfect.
madurodam where people become gigantic creatures
ayo smita kamu bisa!!! entah mengapa kalau gw justru obsesnya ke Alabama! hahaha
BalasHapusOKAY!!
BalasHapusi'm wishing you a really really perfect option, being a travel agent, and i'm just invest my wishing by every free ticket around the globe for me!!! yahahaaa
@tulus: hihi alabama, gw jadi inget film sweet home alabama.. good luck yah lus. Nanti kalo gw udah punya travel agent gw kasih satu tiket buat ke sana haha
BalasHapus@penarijari: tenang fan, nanti semua temen gw, gw kasih tiket buat mengunjungi gw hahahah *tetap haus kebersamaan
ah susyeee, aku senang membacanya, hihihihi semoga paling cepet akhir 2010 kita bisa naik sepeda keliling keliling amsterdam ngelewatin kanal kanal yang konon katanya tahan dari air bah, hihihihi
BalasHapus@inal: waw aku baru baca deh komen kamu.. aminn ya kanjeng amiin.. semoga kita bisa winter sonata disana :)
BalasHapus