Saat rasa kalut dan kelabu membelut kau selalu sembunyi. Berlari masuk ke ruang kedap suara berdinding kaca. Berteriak teriak frustasi. Menyumpah serapah. Mengutuk dan mengumpat.
Dari luar kami melihat. Menonton. Menyaksikan. Gerak bibir mu yang komat kamit sepeti membaca mantra. Megap-megap kelelahan, akibat berteriak-riak rkencang. Gerak tubuh mu bergeliyat liar, kesetanan. Tak terkendali.
Kau seperti memang sengaja minta ditonton. Sengaja ingin diterka, dan membuat kami bertanya-tanya "ada apa dengan dia?".
Kau menggantungkan dirimu pada telepati-telepati, kekuatan supranatural penembus ruang dan waktu pembaca pikiran, dan burung-burung yang membisikan kabar dari telinga ke telinga. Berharap kami mengerti sendiri, hanya dengan melihat, tanpa perlu mendengar.
Lalu apakah menjadi salah kami, jika pada akhirnya kau mati, membusuk sendiri di ruang kacamu?
Karena pikiran kami yang tidak dapat menembus kaca tebal yang mengelilingimu, sehingga telepati tak dapat terjadi. Karena Dewa tidak memberikan kami kekuatan supranatural yang luar biasa. Dan karena burung-burung pembawa kabar berita mu mati sebelum kabar sempat tersiar
Dari luar kami melihat. Menonton. Menyaksikan. Gerak bibir mu yang komat kamit sepeti membaca mantra. Megap-megap kelelahan, akibat berteriak-riak rkencang. Gerak tubuh mu bergeliyat liar, kesetanan. Tak terkendali.
Kau seperti memang sengaja minta ditonton. Sengaja ingin diterka, dan membuat kami bertanya-tanya "ada apa dengan dia?".
Kau menggantungkan dirimu pada telepati-telepati, kekuatan supranatural penembus ruang dan waktu pembaca pikiran, dan burung-burung yang membisikan kabar dari telinga ke telinga. Berharap kami mengerti sendiri, hanya dengan melihat, tanpa perlu mendengar.
Lalu apakah menjadi salah kami, jika pada akhirnya kau mati, membusuk sendiri di ruang kacamu?
Karena pikiran kami yang tidak dapat menembus kaca tebal yang mengelilingimu, sehingga telepati tak dapat terjadi. Karena Dewa tidak memberikan kami kekuatan supranatural yang luar biasa. Dan karena burung-burung pembawa kabar berita mu mati sebelum kabar sempat tersiar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar